Si Tukang Kayu dan Rumahnya - Renungan & Motivasi - Recent List Catalog - Welcome To My New Divide

Saturday, 10.12.16, 13:49
Welcome Guest | RSS
-New Divide-
Main
Registration
Login
Site menu

Section categories
Tips | Trik | Tutorial [4]
Renungan & Motivasi [10]
POEMS and POETRY [3]

Tips | Trik | Tutorial
Renungan & Motivasi
POEMS and POETRY

Search

Statistics

Total online: 1
Guests: 1
Users: 0

Site Info



  • Main » Files » Renungan & Motivasi

    Si Tukang Kayu dan Rumahnya
    21.06.09, 21:19
    Seorang tukang kayu tua bermaksud pensiun dari pekerjaannya di sebuah
    perusahaan konstruksi real estate. Ia menyampaikan keinginannya tersebut
    pada pemilik perusahaan. Tentu saja, karena tak bekerja, ia akan kehilangan
    penghasilan bulanannya, tetapi keputusan itu sudah bulat. Ia merasa lelah.
    Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian
    bersama istri dan keluarganya.

    Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya.
    Ia lalu memohon pada tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah
    untuk dirinya.

    Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik perusahaan itu.
    Tapi, sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera berhenti. Hatinya tidak
    sepenuhnya dicurahkan. Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Ia cuma
    menggunakan bahan-bahan sekedarnya. Akhirnya selesailah rumah yang diminta.
    Hasilnya bukanlah sebuah rumah baik. Sungguh sayang ia harus mengakhiri
    kariernya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan.

    Ketika pemilik perusahaan itu datang melihat rumah yang dimintanya, ia
    menyerahkan sebuah kunci rumah pada si tukang kayu. “Ini adalah rumahmu, ”
    katanya, “hadiah dari kami.”

    Betapa terkejutnya si tukang kayu. Betapa malu dan menyesalnya. Seandainya
    saja ia mengetahui bahwa ia sesungguhnya mengerjakan rumah untuk dirinya
    sendiri, ia tentu akan mengerjakannya dengan cara yang lain sama sekali.
    Kini ia harus tinggal di sebuah rumah yang tak terlalu bagus hasil karyanya
    sendiri.

    Itulah yang terjadi pada kehidupan kita. Kadangkala, banyak dari kita yang
    membangun kehidupan dengan cara yang membingungkan. Lebih memilih berusaha
    ala kadarnya ketimbang mengupayakan yang baik. Bahkan, pada bagian-bagian
    terpenting dalam hidup kita tidak memberikan yang terbaik. Pada akhir
    perjalanan kita terkejut saat melihat apa yang telah kita lakukan dan
    menemukan diri kita hidup di dalam sebuah rumah yang kita ciptakan sendiri.
    Seandainya kita menyadarinya sejak semula kita akan menjalani hidup ini
    dengan cara yang jauh berbeda.

    Renungkan bahwa kita adalah si tukang kayu. Renungkan rumah yang sedang kita
    bangun. Setiap hari kita memukul paku, memasang papan, mendirikan dinding
    dan atap. Mari kita selesaikan rumah kita dengan sebaik-baiknya seolah-olah
    hanya mengerjakannya sekali saja dalam seumur hidup. Biarpun kita hanya
    hidup satu hari, maka dalam satu hari itu kita pantas untuk hidup penuh
    keagungan dan kejayaan. Apa yang bisa diterangkan lebih jelas lagi. Hidup
    kita esok adalah akibat sikap dan pilihan yang kita perbuat hari ini. Hari
    perhitungan adalah milik Tuhan, bukan kita, karenanya pastikan kita pun akan
    masuk dalam barisan kemenangan.
    Category: Renungan & Motivasi | Added by: geghans
    Views: 508 | Downloads: 0 | Rating: 0.0/0
    Total comments: 0
    Name *:
    Email *:
    Code *:
    Site friend
  • Geghans
  • Ekplorasi Dunia
  • My Facebook
  • pascalsourcecode.co.cc

  • Leave Message Here


    Login form


    Copyright MyCorp © 2016
    Free web hostinguCoz