Isu dibalik beredarnya uang Rp2000,- - 31 August 2009 - Welcome To My New Divide

Saturday, 10.12.16, 13:51
Welcome Guest | RSS
-New Divide-
Main
Registration
Login
Site menu

Section categories

Tips | Trik | Tutorial
Renungan & Motivasi
POEMS and POETRY

Search

Statistics

Total online: 1
Guests: 1
Users: 0

Site Info



  • Main » 2009 » August » 31 » Isu dibalik beredarnya uang Rp2000,-
    09:36
    Isu dibalik beredarnya uang Rp2000,-
    Penerbitan Pecahan Rp 2.000


    Telah terbit uang kertas pecahan Rp 2000,- sebagian masyarakat menyambutnya dengan sukacita karena bisa menjadi koleksi baru, tapi bagi yang mengerti artinya maka itu adalah suatu kemunduran ekonomi.

    Uang Kertas 2000 rupiah dewasa ini, bila anda berkendaraan melalui jalan tol, anda akan jarang menerima uang kembalian berupa lembaran Rp 1.000,-. Kasir pintu tol justru mengembalikan sisa tol dengan koin Rp 500,- aluminium. Memang sejak Maret 2007, Bank Indonesia berencana menerbitkan uang kertas (UK) baru, pecahan Rp 2000,- dan Rp 20.000,- lalu menarik uang kertas Rp 1000,- bergambar Pattimura untuk digantikan dengan koin baru Rp 1.000,- yang bahan metalnya lebih murah dari koin Rp 1.000,- seri Kelapa Sawit (1993 – 2000). Lalu apa arti perubahan ini?

    Ya, tentu saja, dengan terbitnya pecahan Rp 2000, berarti pemangkasan harta atau aset kita dalam mata uang rupiah, menjadi separuh dari daya belinya semula, yang disebut inflasi rupiah! Anda yang tadinya cukup nyaman dengan penghasilan, katakanlah Rp 2 juta/bulan, kini dengan adanya pemangkasan tadi, anda harus menambah penghasilan dua kali lipatnya! Artinya selepas Idul Fitri 1430 H nanti, penghasilan anda harus naik menjadi Rp 4 juta atau sekurangnya Rp 3 juta / bulan bila ingin tetap nyaman seperti hari ini (Juli 2009).

    Lalu bagaimana dengan rakyat kebanyakan yang penghasilannya kurang dari Rp 1 juta sebulan ? Ya, semakin blangsak.

    Berdasarkan sejarah, ketika era Soeharto dulu, uang kertas tertinggi sejak tahun 1968-1991 adalah Rp 10.000,-. Lalu dengan alasan defisit APBN, diedarkanlah uang lembaran Rp 20.000,- seri Cengkeh/Cenderawasi h, tahun 1992. Karena nominal “aneh” ini sukses beredar, maka tak lama kemudian muncul nominal lebih tinggi lagi yaitu Rp 50.000,- bergambar Pak Harto (1993). Dan tidaklah mustahil, bila uang kertas Rp 2.000,- baru ini sukses beredar, maka Bank Indonesia akan menerbitkan uang kertas dengan nominal baru lainnya, misalnya: Rp 200.000,-; Rp 500.000,-, bahkan Rp 1 juta!

    Sebab hal itu memang lazim dilakukan oleh Bank Sentral di negara berkembang. Karena ciri khas mata uang negara maju, nominal angkanya hanya tiga digit saja, seperti USA $100, Arab Saudi 200 riyal, Eropa 500 euro, Inggris 100 poundsterling; kecuali Jepang dan Korea Selatan dengan 10.000 yen dan 10.000 won, sebagai sisa sebuah trauma ekonomi pasca Perang Dunia II.

    Dengan ditariknya pecahan Rp 1.000,- maka otomatis uang receh terkecil adalah Rp 500,-. Sedangkan koin pecahan Rp 100,- dan Rp 200,- akan lenyap dengan sendirinya, rusak atau dicuekin. Hal ini lazim terjadi pasca terbitnya uang baru, ketika pecahan Rp 1,- dan Rp 2,- lenyap pada tahun 1975, sepuluh tahun kemudian Rp 5,- dan Rp 10,- lenyap di tahun 1985, lalu Rp 25,- dan Rp 50,- lenyap di tahun 1995. Kini pada 2009 ini pecahan Rp 100,- dan Rp 200,- sudah kehilangan daya belinya. Rakyat dieksploitasi untuk memacu kegiatan ekonominya, dan dipaksa merelakan hilangnya sebagian jerih payah mereka.

    Perhatikan akibatnya. Bila tadinya sebutir telur ayam negeri seharga Rp 10,-/butir di tahun 1975, lalu naik menjadi Rp 100,-/butir di tahun 1985, maka pemegang uang rupiah telah kehilangan asetnya 1 digit dari Rp 10,- ke Rp 100,-. Artinya si pemegang uang kertas harus mencari sepuluh kali lipat lebih banyak lagi lembaran rupiah agar bisa membeli telur yang sama. Bisa jadi suatu hari nanti harga sebutir telur ayam negeri harus dibayar dengan lembaran Rp 10.000,-/butir, tinggal menunggu waktu saja.

    Untuk mengakali inflasi ini, Bank Indonesia cukup menambah angka nol pada uang kertas baru. Inilah riba Zero Sum Game! Sampai kapan permainan riba ini akan berakhir? rakyat yang kalah gesit dalam mengimbangi permainan ini pasti semakin terpuruk kondisinya. [kaskus.us]
    Views: 3715 | Added by: geghans | Rating: 0.0/0
    Total comments: 1
    1  
    Покупаем инструмент металлорежущий, мерительный, слесарный оптом,складские остатки организаций, госрезерв, неликвиды инструмента, станочной оснастки, твердого сплава, мерительного инструмента, гидравлики, пневматики, подшипников, станочного крепежа и и др. Покупка складов целиком, выезд на место, расчет сразу (любая форма).
    Покупаем сверла: КХ, ЦХ, все размеры.
    Фрезы отрезные, концевые, торцевые, червячные.
    Метчики, плашки, развертки, зенкера, долбяки, ножи к фрезам, сегменты и пилы 250 - 1430., резцы токарные.
    Оснастку: патроны токарные, цанговые, оправки, втулки, УДГ, плиты и др.
    СМИ (ключи, молотки), твердосплавные пластины
    меритель (микрометры, индикаторы, КМД, нутромеры и др.)
    пневмоинструмент марки ИП (гайковерты, дрели, и др.)
    Крепеж (штифты, гайки круглые, винты и др.)
    Любой объем. ulinstrument собака rambler.ru т.89176264475

    Name *:
    Email *:
    Code *:
    Calendar
    «  August 2009  »
    SuMoTuWeThFrSa
          1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    3031

    Entries archive

    Site friend
  • Geghans
  • Ekplorasi Dunia
  • My Facebook
  • pascalsourcecode.co.cc

  • Leave Message Here


    Login form


    Copyright MyCorp © 2016
    Free web hostinguCoz